Electronic Organizational Conduct

Virtual Company 21.08.2019
 Virtual Company Behaviour Article

Virtual Company Behaviour Seabagai Karakteristik Ulah Organisasi pada Era Content Digital Economi

Intisari

Perubahan lingkungan organisasi dri era redovisning digital ke era ekonomi pasca digital berpengaruh dalam perubahan perilaku organisasi. Perilaku organisasi berubah dari net-organization behaviour akhirnya menjadi virtual organization behaviour. Online organization actions adalah perilaku organisasi pada era ekonomi pasca digital, dimana hubungan antara organisasi, antara organisasi dengan karyawannya, antara organisasi dengan masyarakat secara besar melalui hyper media technology sehingga hubungan personal bersifat maya dan kabur. Sebagai suatu konsep virtual structured organization punya kelemahan yang berimplikasi negatif terhadap kharakteristik perilaku organisasi masa hadapan. Artikel ini melakukan pembahasan kritis tentang konsep digital organization conduct dan crucial succes element yang harus dipenuhi bagi menghindari implikasi negatif dari perilaku organisasi yang nampak pada virtual organization.

PENDAHULUAN

Dewasa ini organisasi hidup dalam lingkungan yang jauh lebih galau, jauh bergejolak dan jauh lebih menantang daripada yang pernah dialami organisasi pendahulu sebelumnya (Kanter, 1995). Besarnya ukuran lalu variasi perubahan yang sudah menimbulkan bermacam rupa krisis di banyak organisasi nasional juga internasional telah terjadi. Penegasan Eric Hoffer (1985) yang dikutip dengan guru kepemimpinan Warren Bennis (1989) di dalam buku ideal seller-nya In Becoming a Leader mengatakan: " In a time of drastic modify, it is the learners who in herit the future. The learned find themselves equipment to live in a world that no more exist”.

Kutipan diatas adalah pernyataan yang sangat tegas dan tepat tentang kehancuran organisasi modern day, apabila gak sukses dalam menempuh perubahan besar-besaran yang terjadi semenjak awal dekade 1980-an. Intestinal Toffler menyebut perubahan lebih besar tersebut sebagai " third wave” (gelombang ketiga), dimana organisasi jadi bergantung dari kapabilitasnya untuk memperoleh, memproduksi, melakukan desiminasi dan memanfaatkan informasi (Toffler & Toffler, 1994). Drucker (1995) mendefinisikannya sebagai era knowledge worker dengan kecenderungan menggunakan informasi dalam cara-cara kreatif. Karakteristik inilah yang kemudian membedakan keunggulan kompetitif pekerja organisasi dimana ia bekerja. Para futuristik segenap besar punya suatu kesepakatan bahwa 1 kekuatan paling penting sebagai sumber kekuasaan pada masa yang akan muncuk adalah informasi. Oleh karena itu, utilisasi teknologi informasi akan akhirnya menjadi crucial level bagi eksistensi dan keberlangsungan hidup organisasi. Teknologi kabar akan mendorong terjadinya perubahan bentuk serta struktur organisasi. Hierarki jadi menjadi menyurut dan mendatar sebagai keuntungan dari downsizing dan rightsizing. Knowledge worker pada pasta depan tetao mempunyai penjuru ketrampilan / multiskill lalu benar-benar mengetahui dan berpengalaman dalam mengelola informasi, bergiat independen pada lingkungan yang bersifat complexs matrixs yang mensyaratkan dukungan layanan minimal, khususnya suport dari staf. Sifat lain dari organisasi demikian adalah organisasi terbebas dari keberlangsungan aturan tradisional birokrasi dan berkonsentarsi di pengelolaan serta pemanfaatan pengetahuan dan kabar. Pekerjaan sehari-hari ditangani dan diselesaikan dengan cepat lalu akurat melalui informasi yang mengalir selakuala, menurut, cross-function. Peningkatan empowerment pada pekerja fase frontline dan kebutuhan kontrol yang rendah sebab supervisi di pada organisasi dibangun melalui cara yang berbasis teknologi informasi, sehingga dampaknya adalah makin sedikitnya guna manajer fase menegah serta kecenderungan hilangnya kategori sistem manajemen tingkat menengah dalam organisasi. Responsibilitas pekerjaan didistribusikan secara adil dalam tim-tim kerja. Misalnya skenario yang didiskripsikan dengan Rosabeth M. Kanter sebagai berikut: " …. The typical business can knowledge...

Organizational Learning: Case Synopsis Essay

News